Sebuah rumah milik istri dari sopir yang tergabung dalam rombongan aksi demo di Pati, Jawa Tengah, menjadi sasaran tembakan peluru gotri. Peristiwa ini mengguncang warga sekitar dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan di tengah aksi unjuk rasa.
Peluru gotri merupakan proyektil kecil yang lazim digunakan pada senapan angin. Dalam insiden ini, rumah korban dilaporkan mengalami kerusakan akibat tembakan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai adanya korban jiwa atau luka dalam peristiwa ini.
Aksi demo yang melibatkan para sopir kerap terjadi di berbagai daerah, termasuk Pati, sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Namun, tindakan teror seperti ini di luar batas dan tidak dapat dibenarkan. Motif di balik penembakan ini masih belum jelas dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Warga berharap aparat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku agar tidak ada lagi aksi teror yang meresahkan masyarakat.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa demokrasi harus dijalankan dengan damai tanpa kekerasan. Masyarakat berhak menyampaikan pendapat, tetapi tidak dengan cara mengancam keselamatan orang lain.


