Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa (25/8/2026) pukul 13.48 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di koordinat 3,44 lintang utara dan 124,53 bujur timur dengan kedalaman 295 kilometer. Getaran yang dirasakan cukup signifikan, namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang masuk.
Menurut informasi resmi dari BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini disampaikan mengingat kedalaman hiposenter yang mencapai 295 km, yang termasuk dalam kategori gempa dalam. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan adanya gempa susulan. Kepala BMKG dalam keterangannya menegaskan pentingnya mengikuti arahan resmi dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.
Kepulauan Sangihe merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan gempa karena terletak di pertemuan lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Aktivitas seismik di kawasan ini memang kerap terjadi, baik gempa dangkal maupun dalam. Kejadian gempa kali ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu siap siaga dalam menghadapi bencana alam, terutama yang berkaitan dengan guncangan tanah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak berdasar mengenai prediksi gempa atau tsunami. Informasi resmi hanya dapat diperoleh melalui kanal-kanal BMKG, seperti aplikasi, situs web, atau media sosial yang terverifikasi. Warga diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal dan memastikan jalur evakuasi tetap aman jika sewaktu-waktu terjadi gempa susulan yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan material akibat gempa tersebut. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi terkini. Masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan tidak panik, serta senantiasa mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang.
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti, namun kesiapsiagaan dapat mengurangi risiko dampaknya. Dengan memahami prosedur evakuasi dan menyiapkan tas siaga bencana, setiap keluarga dapat lebih tanggap ketika getaran terjadi. Peristiwa di Kepulauan Sangihe ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik, sehingga kewaspadaan terhadap gempa harus terus dijaga setiap saat.
BMKG berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada publik. Masyarakat diharapkan selalu mengakses sumber resmi agar tidak mudah termakan hoaks yang dapat memicu kepanikan. Semoga kejadian ini tidak menimbulkan kerugian yang berarti dan semua warga tetap selamat.



