Video yang memperlihatkan longsor di kawasan Gunung Ranaka, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), viral di media sosial. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit membenarkan peristiwa tersebut, namun menegaskan longsor itu bukan disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
Dalam video yang beredar, seorang pengendara merekam momen material longsor yang terlihat menuruni lereng gunung. Rekaman itu kemudian menyebar luas dan memicu pertanyaan publik mengenai kemungkinan letusan Gunung Ranaka.
Menanggapi hal itu, Herybertus Geradus Laju Nabit memberikan klarifikasi tegas. “Itu longsoran, bukan aktivitas gunung berapi,” ujarnya kepada Liputan6.com pada Kamis (20/8/2026). Ia juga memastikan hingga saat ini tidak ada letusan Gunung Ranaka.
Terpisah, Kepala Seksi Humas Polres Manggarai, Gusti Putu Saba Nugraha, menjelaskan bahwa longsor yang terjadi bukan di Gunung Ranaka, melainkan di sebuah bukit di sekitarnya. “Di bukit Wae Reno. Antara perbatasan Manggarai dan Manggarai Timur,” katanya.
Menurut Gusti, bukit tersebut berada jauh dari permukiman warga. Oleh karena itu, ia memperkirakan tidak ada warga yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama di daerah perbukitan yang rawan saat musim hujan.
Peristiwa longsor di kawasan Gunung Ranaka ini menjadi perhatian karena wilayah tersebut dikenal memiliki kontur pegunungan yang curam. Meski bukan aktivitas vulkanik, kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana geologi yang dipicu faktor alam seperti curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil.




