Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memberikan tanggapan terhadap target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen yang tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Tanggapan tersebut disampaikan pada Jumat, 14 Agustus 2026, di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik yang memengaruhi prospek pertumbuhan nasional.
Target 6 persen merupakan angka yang cukup ambisius jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir yang berkisar di angka 5 persen. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu mendorong berbagai sektor, termasuk investasi, ekspor, dan konsumsi rumah tangga. CORE Indonesia menyoroti perlunya kebijakan fiskal yang ekspansif namun tetap hati-hati, serta stabilitas politik dan keamanan yang terjaga sebagai prasyarat utama.
Dalam analisisnya, CORE Indonesia menekankan bahwa kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, seperti normalisasi kebijakan moneter di negara maju dan fluktuasi harga komoditas, menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, diversifikasi pasar ekspor dan penguatan daya saing industri dalam negeri menjadi langkah strategis yang harus diambil agar target pertumbuhan tidak bergantung pada satu sektor atau mitra dagang tertentu.
Dari sisi domestik, konsumsi rumah tangga yang merupakan kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) perlu dijaga daya belinya. Pemerintah diharapkan dapat menjaga inflasi tetap rendah dan menciptakan lapangan kerja yang luas melalui investasi padat karya. CORE Indonesia juga mengingatkan bahwa target pertumbuhan 6 persen harus diiringi dengan pemerataan pembangunan agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.
Reformasi struktural di bidang perpajakan dan birokrasi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi dan menarik minat investor. CORE Indonesia memandang bahwa tanpa perbaikan iklim usaha, target tersebut akan sulit direalisasikan. Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan program juga menjadi kunci keberhasilan.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, CORE Indonesia optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, target pertumbuhan ekonomi 6 persen dapat dicapai. Namun, diperlukan langkah konkret dan terukur dalam implementasi kebijakan, serta komitmen kuat untuk menjaga momentum reformasi ekonomi di tengah ketidakpastian global.



