Purwokerto – Ambalan Bhisma Tri Dharma dan Dewi Ratih Gugus Depan SMA Negeri 3 Purwokerto menggelar Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) pada Jumat hingga Sabtu, 7–8 Agustus 2026, di kompleks lapangan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik baru yang resmi memasuki jenjang Pramuka Penegak, sebagai langkah awal pembentukan karakter sebelum menjalani penggemblengan lebih mendalam.
Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMAN 3 Purwokerto, Wasono Adi Saputro, M.Pd., dalam pengarahannya menekankan bahwa PTA bukan sekadar seremoni pergantian atribut, melainkan proses fundamental transformasi karakter. Ia menyebut kegiatan ini menjadi titik awal bagi siswa untuk membangun komitmen diri yang baru. “Jadikan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Jangan hanya mengikuti kegiatan karena kewajiban, tetapi ambillah pengalaman dan nilai positif yang ada di dalamnya,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Rangkaian agenda PTA dirancang secara terstruktur oleh pengurus pangkalan dan dewan ambalan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan norma dan tata kehidupan internal ambalan, pemahaman adat istiadat, dinamika kelompok, simulasi kedisiplinan, latihan ketahanan mental, serta penanaman kepekaan sosial. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, partisipatif, dan sarat nuansa persaudaraan, sehingga peserta tidak hanya dituntut mengenali aturan, tetapi juga meresapi nilai Satya dan Darma Pramuka untuk diterapkan dalam interaksi sehari-hari.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa PTA bukanlah rutinitas formalitas belaka. Forum ini diposisikan sebagai wadah kaderisasi strategis untuk melahirkan figur muda yang berani mengambil keputusan, terampil berkoordinasi dalam tim, dan memiliki kepedulian terhadap masalah kemanusiaan. Ambalan Bhisma Tri Dharma dan Dewi Ratih memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga kultur pembinaan bereputasi tinggi, sehingga pengenalan komprehensif ini menjadi fondasi wajib bagi calon tamu ambalan sebelum melangkah ke tahap penggemblengan sebagai Pramuka Penegak seutuhnya.
Momentum PTA juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara peserta didik baru, pengurus dewan ambalan, dan jajaran pembina pangkalan. Pihak sekolah menyatakan bahwa iklim kekeluargaan yang terbangun selama dua hari menjadi kunci dalam menumbuhkan rasa memiliki terhadap pangkalan SMAN 3 Purwokerto. Transisi dari Penggalang menuju Penegak memerlukan penyesuaian pola pikir, dari yang bersifat instruksional menuju kemandirian dan kepemimpinan yang lebih dewasa.
Wasono Adi Saputro menambahkan bahwa esensi seorang Penegak terletak pada sikap mental dan keluhuran budi pekerti yang ditunjukkan dalam tindakan nyata. “Pramuka adalah tempat untuk belajar. Kalau hari ini belum bisa, terus berlatih. Kalau melakukan kesalahan, jadikan sebagai pengalaman untuk menjadi lebih baik. Saya berharap adik-adik mampu tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya dalam amanat.
Melalui penyelenggaraan PTA yang konsisten, pangkalan SMAN 3 Purwokerto optimis mampu mencetak kader-kader muda yang siap menjadi motor penggerak kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas. Para anggota baru dibentuk tidak hanya sebagai bagian dari organisasi, tetapi disiapkan menjadi calon pemimpin masa depan yang memegang teguh Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.

