Tempat penyelamatan satwa langka di pesisir selatan Jawa Tengah kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bantuan luar untuk membiayai operasional harian mereka. Balai Konservasi Penyu Nagaraja di Pantai Sodong, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, berhasil mengembangkan kemandirian ekonomi melalui pelatihan produksi souvenir kustom yang difasilitasi oleh pengusaha asal Purwokerto, Fatih Nurijeki, dan didukung penuh oleh Program CSR Pertamina Fuel Terminal Maos.
Dalam kegiatan tersebut, Fatih Nurijeki, Owner Ratu Production Purwokerto, mendampingi peserta secara langsung. Para peserta mempelajari seluruh tahapan produksi, mulai dari perancangan desain digital hingga proses pencetakan gantungan kunci akrilik siap jual. Peserta pelatihan terdiri dari petugas konservasi, warga sekitar kawasan pantai, serta mahasiswa PKL Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
“Kami ingin berbagi pengalaman agar peserta mampu menghasilkan souvenir yang berkualitas dan memiliki nilai jual,” ujar Fatih Nurijeki. Ia menambahkan bahwa keterampilan baru tersebut dapat menjadi modal berharga. Harapannya, ilmu ini mampu meningkatkan kemandirian ekonomi kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Langkah pemberdayaan di Pantai Sodong ini bukanlah yang pertama kali digelar. Pengelola kawasan konservasi mengaku sudah merasakan dampak positif dari program pelatihan serupa pada tahun sebelumnya. Keterampilan yang diajarkan terbukti langsung memberikan hasil finansial nyata bagi pengelola. Saat ini kawasan konservasi mampu memenuhi kebutuhan merchandise secara mandiri tanpa tergantung pihak luar.
“Pelatihan sablon tahun lalu telah memberikan manfaat nyata karena kini kami mampu memproduksi sendiri kaos souvenir bagi pengunjung, sekolah, maupun instansi,” ungkap Pengelola Konservasi Penyu Nagaraja, Jumawan. Jumawan menyambut positif pelatihan gantungan kunci akrilik yang baru saja selesai. Ia meyakini produk anyar ini semakin memperkaya pilihan souvenir unik bagi para wisatawan.
Kawasan Konservasi Penyu Nagaraja di Pantai Sodong terkenal sebagai pusat penyelamatan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Selain fokus pada penangkaran dan pelepasliaran tukik, pihak pengelola terus mengembangkan potensi ekonomi warga sekitar. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa kegiatan pelestarian alam bisa berjalan bersisian dengan pengembangan usaha mikro. Sinergi antara Pertamina, pengelola konservasi, dan Ratu Production Purwokerto menjadi model baru pemberdayaan kawasan pesisir.
Melalui produk kreatif bernilai ekonomi tinggi, kesejahteraan masyarakat pesisir dapat meningkat seiring terjaganya kelestarian penyu lekang. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan bagi kawasan konservasi di pesisir selatan Jawa Tengah.




