Jakarta, 6 Agustus – Sejumlah penyandang disabilitas menunjukkan antusiasme tinggi dalam Turnamen Menembak Dalam Negeri Penyandang Disabilitas yang digelar di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, pada Kamis (6/8). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para atlet disabilitas untuk mengasah kemampuan dan berkompetisi secara sportif.
Dalam turnamen tersebut, para peserta tampak membidik sasaran dengan konsentrasi penuh. Meski memiliki keterbatasan fisik, semangat mereka tidak surut untuk menunjukkan prestasi di bidang olahraga menembak. Lapangan Tembak Senayan yang menjadi lokasi acara merupakan salah satu venue bersejarah untuk cabang olahraga menembak di Indonesia.
Turnamen ini diikuti oleh atlet dari berbagai daerah, meskipun tidak disebutkan secara rinci jumlah peserta dan kategori lomba. Namun, antusiasme terlihat dari ekspresi serius para peserta saat membidik sasaran, serta dukungan dari ofisial dan panitia yang mendampingi mereka. Olahraga menembak bagi penyandang disabilitas memiliki adaptasi khusus, seperti penggunaan alat bantu atau modifikasi posisi menembak, agar sesuai dengan kondisi masing-masing atlet.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong inklusivitas dalam olahraga nasional. Dengan adanya turnamen seperti ini, diharapkan semakin banyak penyandang disabilitas yang termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, khususnya menembak. Selain itu, ajang ini juga menjadi wadah untuk menjaring bibit-bibit atlet disabilitas yang potensial untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Lapangan Tembak Senayan sendiri telah lama menjadi pusat latihan dan kompetisi menembak di Indonesia. Suasana turnamen berlangsung tertib dengan penerapan protokol kesehatan, mengingat masih dalam situasi pandemi. Para peserta dan panitia mengenakan masker dan menjaga jarak selama kegiatan berlangsung.
Turnamen Menembak Dalam Negeri Penyandang Disabilitas ini diharapkan dapat terus digelar secara rutin untuk meningkatkan prestasi olahraga disabilitas di Tanah Air. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan federasi olahraga, sangat diperlukan agar atlet disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama dalam berkompetisi.




