Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih saham proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.
Langkah pengambilalihan saham ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas operasional dan keuangan proyek kereta cepat yang dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sejak awal, proyek ini dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank serta penyertaan modal dari konsorsium BUMN. Namun, seiring berjalannya waktu, beban utang dan fluktuasi nilai tukar menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Kemenkeu menegaskan bahwa pengambilalihan saham tidak akan membebani APBN. Skema pembiayaan alternatif tengah disiapkan, seperti melalui mekanisme penyertaan modal negara (PMN) non-tunai atau penerbitan obligasi khusus. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga disiplin fiskal sambil menyelamatkan aset strategis.
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mulai beroperasi pada 2023 ini merupakan salah satu infrastruktur andalan dalam konektivitas Jawa Barat. Dengan panjang lintasan sekitar 142 kilometer, kereta ini mampu memangkas waktu tempuh antara dua kota menjadi sekitar 40 menit. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Jakarta-Bandung.
Pengamat ekonomi menilai langkah Kemenkeu ini positif karena memberikan kepastian hukum dan keuangan bagi proyek. Namun, mereka juga mengingatkan agar proses pengambilalihan dilakukan secara transparan dan tidak menimbulkan moral hazard. Pemerintah diharapkan tetap melibatkan pihak swasta dan mitra internasional dalam pengelolaan ke depannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai besaran saham yang akan diambil alih serta jadwal pelaksanaannya. Kemenkeu berjanji akan mengumumkan detail skema tersebut setelah kajian internal selesai. Masyarakat dan pelaku pasar pun menanti kepastian dari rencana strategis ini.



