• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy
Friday, September 18, 2026
portalberitakita.com
  • Home
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Daerah
  • Teknologi
  • Hiburan
  • Olahraga
portalberitakita.com
No Result
View All Result

Kemenkeu Siap Ambil Alih Saham Kereta Cepat, Tak Gunakan APBN

by reporter
August 7, 2026
in Ekonomi
0

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih saham proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini disampaikan pada Kamis, 6 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.

Langkah pengambilalihan saham ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas operasional dan keuangan proyek kereta cepat yang dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sejak awal, proyek ini dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank serta penyertaan modal dari konsorsium BUMN. Namun, seiring berjalannya waktu, beban utang dan fluktuasi nilai tukar menjadi tantangan yang perlu diatasi.

Kemenkeu menegaskan bahwa pengambilalihan saham tidak akan membebani APBN. Skema pembiayaan alternatif tengah disiapkan, seperti melalui mekanisme penyertaan modal negara (PMN) non-tunai atau penerbitan obligasi khusus. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga disiplin fiskal sambil menyelamatkan aset strategis.

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang mulai beroperasi pada 2023 ini merupakan salah satu infrastruktur andalan dalam konektivitas Jawa Barat. Dengan panjang lintasan sekitar 142 kilometer, kereta ini mampu memangkas waktu tempuh antara dua kota menjadi sekitar 40 menit. Kehadirannya diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor Jakarta-Bandung.

Pengamat ekonomi menilai langkah Kemenkeu ini positif karena memberikan kepastian hukum dan keuangan bagi proyek. Namun, mereka juga mengingatkan agar proses pengambilalihan dilakukan secara transparan dan tidak menimbulkan moral hazard. Pemerintah diharapkan tetap melibatkan pihak swasta dan mitra internasional dalam pengelolaan ke depannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai besaran saham yang akan diambil alih serta jadwal pelaksanaannya. Kemenkeu berjanji akan mengumumkan detail skema tersebut setelah kajian internal selesai. Masyarakat dan pelaku pasar pun menanti kepastian dari rencana strategis ini.

Previous Post

Bangun Bangsa Conference 2026 Fokus pada Tiga Isu Utama

Next Post

Presiden IBCSD Ajak Perusahaan Jadikan Investasi Sosial sebagai Strategi Bisnis

reporter

reporter

Next Post

Presiden IBCSD Ajak Perusahaan Jadikan Investasi Sosial sebagai Strategi Bisnis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

September 18, 2026

Jakarta Selatan Perluas Penghijauan untuk Tekan Polusi dan Perbaiki Kualitas Udara

September 18, 2026

Pegawai Disdukcapil Semarang Diduga Terlibat Pembuatan KTP Palsu, Tarif Rp500 Ribu

September 18, 2026
portalberitakita.com

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.

Navigate Site

  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Privacy Policy

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home

Copyright © 2026 Portal Berita Kita. All rights reserved.